Gunadarma University

Rabu, 30 November 2011

Teknik tekhnik Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan Data    
A.  Teknik Wawancara.
B.  Teknik Observasi.
C.  Teknik Quesioner.
D.  Teknik Pengambilan Sampel.
A. Teknik Wawancara
 Keuntungan
·       Memotivasi orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebas dan terbuka
·       Pewawancara dapat mengembangkan pertanyaan
·       Pewawancara dapat melihat kebenaran jawaban
        melalui gerak-gerik dan raut wajah yang diwawancarai
 Kerugian
·       Membutuhkan waktu yang lama
·       Tergantung dari kepapandaian si pewawancara
·       Dapat mengganggu orang yang diwawancarai
 Pertanyaan untuk Wawancara
·       Gunakan Bahasa yang baik, sopan dan jelas
·       Jangan memasukan pendapat pribadi
·       Hindari pertanyaan yang panjang dan berbelit-belit
·       Hindari pertanyaan yang menakutkan
·       Hindari pertanyaan yang sifatnya mengkritik
 Mempersiapkan Wawancara
·       Aturlah pertemuan dengan orang yang diwawancarai.
·       Utarakan maksud dan wawancara
·       Atur waktu untuk wawancara
·       Buat jadwal wawancara
·       Buatlah panduan wawancara (Interview guide)
Melakukan Wawancara
·       Mengenalkan diri terlebih dahulu
·       Menjelaskan tujuan wawancara
·       Menjelaskan peranan yang akan diberikan oleh orang yang
akan diwawancarai.
·       Hilangkan kesan mengintrogasi
·       Pewawancara harus mendengarkan dengan teliti
·       Jagalah agar wawancara tetap santai
·       Jangan memotong omongan orang
·       Mintalah ide-ide tambahan yang belum diungkapkan
·       Di akhir wawancara, bacakanlah rangkuman dari hasil
wawancara.
·       Ucapkanlah terima kasih
B.            Teknik Observasi
 Keuntungan
·       Cenderung mempunyai keandalan yang tinggi
·       Analis sistem dapat melihat langsung apa yang
·       sedang dikerjakan
·       Analis sistem dapat menggambarkan tata letak
·       fisik dari kegiatan-kegiatan
·       Analis sistem dapat mengukur tingkat dari suatu pekerjaan
·       Kerugian
·       Biasanya orang yang diamati merasa terganggu.
·       Pekerjaan yang diobservasi mungkin tidak dapat
·       mewakili suatu tingkat kesulitan.
·       Dapat mengganggu kerja yang dilakukan.
·       Orang yang diamati biasanya cendrung
·       melakukan pekerjaan yang lebih baik dan sering
·       menutup-nutupi kejelekan
·       Petunjuk Melakukan Observasi  Yang Harus Dilakukan
·       Merencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan
·       Mintalah ijin terlebih dahulu dari manajer atau pejabat
·       setempat.
·       Low profile
·       Lengkapilah catatan selama observasi berlangsung
Yang Tidak Harus Dilakukan
·       Mengganggu kerja individu yang diobservasi
·       Tidak menekankan pekerjaan yang tidak penting
·       Jangan membuat asumsi sendiri.
C. Teknik Quesioner
 Keuntungan
·       Daftar pertanyaan baik untuk sumber data yang
·       banyak
·       Responden tidak merasa terganggu
·       Daftar pertanyaan relatif lebih efisien untuk
·       sumber data yang banyak
·       Karena daftar pertanyaan biasanya tidak
·       mencantumkan identitas responden, maka
hasilnya dapat lebih obyektif.
Kerugian
·       Daftar pertanyaan tidak menggaransi responden
·       untuk menjawab pertanyaan.
·       Daftar pertanyaan cenderung tidak fleksibel
·       Pengumpulan sampel tidak dapat dilakukan
·       secara bersama-sama dengan daftar pertanyaan.
·       Daftar pertanyaan yang lengkap sulit untuk dibuat.
Petunjuk Membuat Daftar Pertanyaan
·       Rencanakan terlebih dahulu fakta-fakta yang ingin
dikumpulkan
·       Tentukan tipe dari dari daftar pertanyaan.
·       Tulisakan pertanyaan-pertanyaan yang akan
diajukan.
·       Uji daftar pertanyaan ini kepada responden yang
kecil terlebih dahulu.
D.Teknik Pengambilan Sampel
Cara Pengambilan Sampel
·       Secara keputusan (judgemental sampling)
·       Secara static ( statistik sampling)
·       Secara random (judgemental sampling)
·       Secara sistematik (statistik sampling)
·       Secara bertingkat (stratified sampling)

Mengontrol keuangan pribadi dengan cara pemrioritasan kebutuhan

Mengontrol keuangan pribadi dengan cara pemrioritasan kebutuhan

Mungkin banyak orang yang belum terlalu menyeimbangkan antara keuangan dengan kebutuhannya.
Bagi saya mengontol keuangan bukanlah suatu hal yang mudah karena dengan adanya banyak keinginan yang tak terduga. Tetapi untuk saya, saya harus dapat memprioritaskan kebutahan yang saya butuhkan terlebih dahulu di banding untuk hal-hal lain yang tidak terlalu penting.
Mungkin bagi saya dan juga mahasiswa yang lainnya seringkali tidak memperhatikan pentingnya mengontrol keuangan pribadi karena berpikiran dan juga beranggapan karena masih mendapatkan uang dari orang tua maka belum berpikir sedemikiannya menggunakan uang untuk kebutuhan yang jauh lebih penting.Karena kita tidak akan selamanya menerima uang atau meminta uang kepada orang tua.
Maka dari itu mungkin kita sebaiknya harus dapat mengontrol keuangan pribadi dengan cara memprioritaskan kebutuhan.

EUFORIA SEA GAMES XXVI INDONESIA





VIVAnews - Euforia tengah melanda seluruh penggemar sepakbola di Tanah Air setelah tim nasional Indonesia U-23 lolos ke final SEA Games 2011. Mitra Kukar pun rela menggeser uji coba akibat final SEA Games.

Perebutan emas di cabang paling favorit di SEA GAmes itu akan dimainkan besok, Senin 21 November 2011, di Gelora Bung Karno Jakarta. Mitra Kukar sudah mengagendakan uji coba pada hari yang sama, tapi akan memundurkan jadwal demi mengakomodasi elemen timnya yang akan menyaksikan laga itu.

Manajemen Naga Mekes memutuskan laga melawan Persikutim diundur pada Selasa 22 November 2011 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang. Kepastian ini disampaikan Manajer Operasional Mitra Kukar, Suwanto. Euforia Sea Games “Laga besok malam ditunda, dimundurkan ke hari Selasa sore,” katanya.

Penundaan ini lebih dikarenakan banyaknya protes yang diterima manajemen karena jadwal laga ujicoba tersebut bersamaan dengan partai final SEA Games yang mempertemukan timnas Indonesia melawan Malaysia. Manajemen menilai protes itu sebagai masukan yang  positif dari suporter.

“Banyak yang protes dengan kita karena jadwalnya bersamaan dengan Timnas menghadapi Malaysia dalam partai final SEA Games, ya terpaksa kita mundurkan,” jelasnya.

Sementara itu, ketiga pemain Timnas senior yang sedianya akan hadir pada hari ini atau besok ternyata urung datang, mereka adalah Hamka Hamzah, Ahmad Bustomi dan Hendro Kartiko. Mereka seharsunya sudah pulang setelah membela Timnas senior melawan Iran di ajang Pra Piala Dunia 2014.

Keterlambatan ini diduga karena Timnas senior diproyeksikan untuk tampil pada laga persahabatan melawan LA Galaxy, klub yang dibela mantan bintang Manchaster United, David Beckham. “Hamka, Bustomi dan Hendro belum datang. Mereka rencananya akan dimainkan melawan LA Galaxy, sehingga kepulangannya tertunda,” sambung Suwanto. (ren)
Laporan: Ikram/Kalimantan                                 
EUFORIA SEA GAMES XXVI INDONESIA
Euforia SEA GAMES XXVI di Jakarta dan Palembang sangat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Maklum saja, acara yang diselenggarakan 2 tahunan ini merupakan ajang bergengsi di kawasan Asia Tenggara. Setelah beberapa kali penyelenggaraan, baru kali ini lagi Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah ajang bergensi ini. Demi meningkatkan fasilitas dan kenyamanan, Pemerintah menyelenggarakan acara ini di 2 tempat yaitu Jakarta dan Palembang. Hal tersebut bertujuan sangat baik karena akan meningkatkan pariwisata di daerah Palembang. Walaupun masih banyak pula pertandingan yang diadakan di Jakarta, salah satunya sepak bola. Sepak bola merupakan olah raga yang banyak diminati dan dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Terutama bila tim kesayangan mereka, yang pastinya Indonesia, berlaga. Mereka tidak akan melewatkan kesempatan untuk menyaksikan tim-tim kesayangan mereka berlaga. Hal itulah yang membuat saya dan keluarga “ikut-ikutan” menyaksikan pertandingan sepak bola. Di samping anak-anak yang memang menyukai bola, hal ini dapat pula menjadi salah satu hiburan bagi keluarga. Kesempatan yang belum tentu ada setiap tahun dapat kita manfaatkan untuk menyaksikan tim-tim sepak bola yang ada di Asia Tenggara bertanding/berlaga. Pertandingan tersebut dapat memberikan masukan bagi tim kita akan betapa majunya sepak bola di kawasan Asia Tenggara dan dapat memotivasi kita akan lebih berjuang lagi untuk menigkatkan persepakbolaan di tanah air.

Jumat, 11 November 2011

Laporan dan usul

LAPORAN
Pengertian laporan
Laporan adalah suatu cara komunikasi dimana penulis menyampaikan informasi kepada seseorang ayau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.
Laporan merupakan suatu macam dokumen yang menyampaikan informasi mengenai sebuah masalah yang telah atau telah diselidiki dalam bentuk fakta-fakta yang diarakan kepada pemikiran dan tindakan yang akan diambil.
Dasar-Dasar Laporan
  1. Pemberi Laporan
Pemberi laporan dapat berupa perseorangan atau dapat kepanitiaan yang ditugaskan untuk maksud tertentu. Dapat juga berupa badan atau perseorangan yang membuat laporan kepada seseorang atau instansi yang dianggap perlu mengetahuinya walaupun tidak diminta
  1. Penerima Laporan
Orang atau badan yang menugaskan atau yang dianggap berhak untuk mendapatkan laporan tersebut
  1. Tujuan Laporan
Untuk mengatasi suatu masalah, untuk mengambil suatu keputusan yang kebih efektif, mengetahui kemajuan, dan perkembangan suatu masalah; untuk mengadakan suatu oerbaikan, untuk menemukan teknik-teknik baru dsb.
Sifat Laporan
  1. Laporan harus mengandung imaginasi
Pelapor harus tahu secara tepat siapa yang akan menerima laporan tersebut. Laporan harus disessuaikan dengan irama kesibukannya dan bagaimana selera penerima laporan
  1. Laporan harus dibuat harus sempurna dan komplit
Tidak boleh ada hal-hal yang diabaikan bila hal-hal itu diperlukan untuk memperkuat kesimpulan dalam laporan itu. Laporan juga tidak boleh memasukkan hal-hal yang menyimpang dan mengandung prasangka atau memihak
  1. Laporan harus disajikan menarik
Laporan menarik bukan karena penerima laporan memerlukan laporan itu tetapi karena nilainya bagi orang tersebut
Macam-macam Laporan
  1. Laporan berbentuk formulir isian
  2. laporan berbentuk surat
  3. Laporan berbentuk memorandum
  4. Laporan perkembangan dan laporan keadaan
  5. Laporan berkala
  6. Laporan Laboratoris
Unsur-unsur penting dalam laporan laboratoris:
    • Halaman Judul
    • Objek atau tujuan
    • Teori
    • Metode: prosedur yang ditempuh
    • Hasil-hasil yang dicapai dalam percobaan ini dengan mempergunakan metode yang ada diatas
    • Diskusi atas hasil yang telah dicapai dalam percobaan
    • Kesimpulan
    • Apendiks
    • Data asli
  1. Laporan formal dan semi formal
Ciri-ciri umum laporan fornal:
    • Harus ada halaman judul
    • Biasanya ada surat penyerahan
    • Walaupun tidak panjang, sebuah laporan formal harus mempunyai daftar isi
    • Ada sebuah ikhtisar (kadang-kadang abstrak) mengawali laporan
    • Ada bagian yang disebut Pendahuluan, sebagai informasi awal bagi pembaca
    • Bila ada kesimpulan dan saran (rekomendasi) biasanya diberi judul sendiri
    • Isi laporan yang terdiri dari judul-judul dengan tingkat yang berbeda-beda
    • Nada yang dipergunakan adalah nada resmi, gayanya bersifat impersonal
    • Kalau diperlukan laporan formal disertai tabel-tabel dan angka-angka, baik yang terjadi dalam teks laporan, maupun dikumpulkan atau dilampirkan dalam satu bagian tersendiri
    • Laporan formal biasanya didokumentasikan secara khusus
Struktur Laporan Formal
Unsur-Unsur Laporan Formal:
  1. Halaman Judul
Memuat pokok atau topik laporan, orang atau badan yang akan menerima laporan, orang atau badan yang membuat laporan dan penanggalan laporan. Halaman judul hanya merupakan suatu etiket pengenal. Sebab itu janngan menggunakan judul yang terlalu panjang.
  1. Surat Penyerahan
Surat penyerahan berfungsi sebagai Kata Pengantar pada sebuah buku. Surat penyerahan biasanya mengandung fakta yang minimal diperlukan untuk membangkitkan pembaca terhadap laporan tersebut. Dalam surat penyerahandapat pula dicantumkan luas-lingkup dan batas-batas masalah yang dilaporkan, dimana dan bagaimana memperoleh informasinya, dan bagaimana laporan itu ditulis. Dan surat penyerahan juga memuat nama dan tanda tangan dari penulis laporan.
  1. Daftar Isi
Daftar isi memuat rekapitulasi dari semua judul yang ada dalam laporan tersebut
  1. Ikhtisar dan Abstrak
    • Abstrak
Bagian uraian yang sangat singkat, jarang lebih panjang dari enam atau delapan baris, bertujuan untuk menerangkan kepada pembaca aspek-aspek mana yang tercakup dalam sebuah uraian tanpa berusaha mengatakan aopa yang dibicarakan mengenai aspek-aspek itu
· Ikhtisar
Bagian dari tulisan yang menyampaikan suatu informasi yang penting dari sebuah laporan dalam bentuk yang singkat
  1. Pendahuluan
Sebagai bahan untuk menyusun pendahuluan sebuah laporan, unsur yang dianggap sebagai latar belakang dari masalah yang akan dilaporkan dapat dikemukakan sebagai berikut: tujuan laporan; mengapa sebuah laporan ditulis; siapa yang me,merintahkan untuk membuat laporan; siapa saja yang ditugaskan untuk meyelidiki masalah tersebut dan melaporkannya; wilayah mana saja yang tercakup; kapan tugas tersebut dilaksanakan dan kapan berakhirnya; dan dimana serta bagaimana penulis mendapatkan informasi mengenai masalah tersebut.
Atau cara lain adalah judul pendahuluan itu dibagi atas beberapa judul bawahanyamg masing-masing dijelaskan lebih lanjut dalam satu atau dua alinea. Judul bawahan misalnya: Maksud dan Tujuan, Luas Lingkup, Sumber Informasi, Autorisasi, Kapan tugas dilaksanakn. Bila ada Surat Penyerahan maka penjelasan mengenai satuan tugas dan waktu pelaksanaan dapat dimasukan dalam bagian itu.
  1. Isi Laporan
Isi Laporan menyangkut inti persoalan, dan segala sesuatu yang bertalian langsung dengan persoalan tersebut.
Isi laporan dapat meliputi:
· Hasil pengamatan melalui fakta-fakta yang dilaporkan
· Pencocokan fakta dengan data yang telah ada sebelum satuan tugas melaksanakan kewajibanya
· Semua masalah yang diperkirakan akan membantu atau menghambat pemecahan masalahnya
· Pembahasan dan hasil pembahasan mengenai pokok persoalan yang akan dilaporkan
  1. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan diturunkan dari fakta-fakta dan lebih bnayak mempersoalkan hubungan yang logis, sedangkan saran merupakan langkah atau alternatif mana yang dapat diambil supaya masalah tersebuta dapat diatasi sebaik-baiknya
  1. Bagian Pelengkap
Bagian yang perlu dimasukan untuk melengkapi laporan adalah Apendiks (lampiran-lampiran, termasuk surat perintah atau surat tugas, foto-foto, peta,dsb) dan Bibliografi bila laporan tersebut dikaitkan dengan analisa ilmiah yang mempergunakan bahan-bahan pustaka
Bahasa Sebuah Laporan
Bahasa yang digunakan untuk sebuah laporan formal haruslah yang baik, jelas dan teratur. Penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua harus dihindari, kecuali penggunaan kata “kami” bila yang menyampaikan laporan adalah sebuah badan atau satuan tugas. Alasan untuk menghindarai penggunaaan kata-kata tersebut adalah karena jarang digunakan dalam laporan itu. Konsentrasi diletakan pada topik yang dilaporkan. Selain itu, nilai kedua kata tersebut tergantung dari siapa yang menulis dan siapa yang harus menerima laporan tersebut.
Laporan Buku
Suatu macam laporan untuk kepentingan pendidikan atau perkuliahan di perguruan tinggi. Lapran buku bartujuan untuk mendorong mahasiswa membaca buku-buku yang diwajibkan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami buku-buku tersebut.
Laporan buku tidak mengikuti aturan faormal karena cukup bila terdiri dari bagian-bagian berikut: Judul, Pendahuluan, Isi Laporan, Kesimpulan dan Saran
USUL
Usul atau proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan. Dapat pula terjadi bahwa usul atau proposal tersebut dimaksudkan untuk dikerjakan oleh orang atau badan yang mengajukan usul tersebut, tetapi dengan maksud agar orang atau badan yang menrima usul itu dapat melakukan apa yang diharapkan dalam proposal tersebut.
Sifat dan jenis usul
Bila semua tulisan dibuat berdasarkan bahan-bahan yang sudah tersedia atau sesuatu yang sudah terjadi, sebaliknya usul dibuat berdasarkan sesuatu yang belum ada.
Macam-macam bidang yang dewasa ini bisa dijadikan sasaran usul yang bersifat bisnis adalah: penelitian, pengembangan, perencanaan dan pemasaran. Seperti halnya laporan usul masih dapat dibedakan lagi berdasarkan bentuknya. Usul formal adalah usul yang memenuhi persyaratan bentuk tertentu. Bentuk usul semi-formal dan non-formal merupakan variasi dalam bentuk formal, karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu
Usul Non-Formal
Usul non-formal harus mengandung hal-hal berikut:
  1. Masalah
Penulis harus melakukan identifikasi masalah yang dihadapi dengan cermat, menggambarkan latar belakang atau sejarah persoalan yang dihadapi, serta menunjukan betapa pentingnya masalah itu dilaksanakan atau diselesaikan sekarang juga
  1. Saran Pemecahan
Saran-saran yang disampaikan untuk memecahakan masalah yang dihadapi, merupakan inti dari sasaran utama dari setiap usul. Penulis berusaha menampilkan jalan keluar yang dianggapnya paling baik untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
  1. Permohonan
Untuk menutup usulnya, penulis menyampaikan permohonan untuk melaksanakan pekerjaan yang khusus tersebut atau bersedia menyampaikan informasi yang diperlukan untuk keluar dari masalah yang dihadapi itu.
Karena membuat usul formal sering memerlukan biaya yang tidak sedikit, maka sering pula disampaikan terlebih dahulu sebuah usul non-formal. Bila usul non-formal sudah diterima dan menarik perhatian penerima usul, baru dirundingkan untuk menyampaikan lagi suatu usul formal.
Usul Formal
  1. Bagian Pelengkap Pendahuluan
· Surat Pengantar dan Memorandum Pengantar
Suarat pengantar usul berisi antara lain: alasan-alasan mengapa penulis menyampaikan usul itu dengan mengacu kepada surat, pertemuan, atau iklan, yang menawarkan kepada umum untuk melaksanakan suatu pekerjaan tertentu. Dalam surat pengantar ini ditegaskan juga keinginan penulis untuk melaksanakan pekerjaan itu atau bersedia menyampaikan pemikiran dan saran untuk mencari jalan keluar bagi masalah yang dihadapi itu.
· Sampul dan Halaman Judul
Pada sampul atau halaman judul dicantumkan identifikasi jenis tulisan yaitu, usul, judul usul, nomor pengenal kalau ada yang biasanya dihubungkan dengan nomor penawaran. Dibawahnya lagi dicantumkan tanggal penyerahan dan tanggal akhir penyelesaian tugas yang akan dikerjakan. Unsur terakhir ini biasanya dimasukan dalam surat pengantar. Akhirnya dimasukan nama, gelar, alamat orang atau organisasi yang menyampaikan usul tersebut.
· Ikhtisar atau Abstrak
Menyampaikan intisari dari masalah dan cara pemecahan yang disampaikan dalam usul tersebut. Isinya tidak terlalu pa njang antara satu atau tiga halaman, sebanding dengan besarnya usul tersebut
· Daftar Isi
Memuat rekapitulasi dari semua judul utamadan judul bawahan yang terdapat dalam seluruh usul teesebut
· Penegasan Permohonan
Penegasan mengenai permintaan dapat dimasukan dalam ikhtisar. Bila dijadikan bagian terpisah, maka bagian ini akan berisi: siapa yang akan melaksanakan pekerjaan itu, jenis pekerjaan apa saja yang ingin dilakukan, besarnya biaya yang diperlukan, kapan mulai dipekerjakan, berapa lama jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan itu.
  1. Isi Usul
· Pembatasan Masalah
penulis usul harus tetap memberi batasan pengertian dengan tujuan memperlihatkan kepada penerima usul bahwa ia mengetahui dengan tepat masalah itu dan menjadi pertanda bagi si penerima usul bahwa penulis mengerti dan menguasai persoalan tersebut
· Latar Belakang
Sejarah ataulatar belakang mnasalah harus dikemukakan, apa yang terjadi sekarang tidak terlepas dari masa lampau.
· Luas-Lingkup
Para penulis dapat melihat persoalan dengan jelas sehingga dapat menyampaikan deskripsi secara konkrit dan jelas.
· Metodologi
Kerangka teori yang dipergunakanoleh penulis untuk menganalisa, mengerjakan atau mengatasi masalah yang dihadapi
· Fasilitas
Penulis usul perlu menggambarkan bermacam-macam fasilitas yang dimilikinya untuk lebih meyakinkan penerima usul
· Personalia
Penulis usul harus menyertakan pula daftar susunan personalaia, baik ytang bekerja maupun tidak dengan gelar dan keahlian serta pengalamannya masing-masing
· Keuntungan dan Kerugian
Keuntungnan yang diperoleh dapat bersifat keuntungan yang memang langsunng diharapkan, keuntungan sampingan, keuntungan immaterial berupa perbaikan metode, penghematan dan sebagainya. Akan lebih simpatik lagi bila penulis usul menyampaikan juga kerugian atau hambatan yang akan dihadapi kelak
· Lama Waktu
Lama waktu pekerjaan tersebut yang diselesaikan. Bila pekerjaan terdiri dari beberapa tahap maka tahap-tahap tersebut diberikan dengan perincian waktu masing-masing
· Biaya
Perincian biaya harus benar-benar digarap dalam usul ini sehgingga dapat meyakinkan penerima usul. Perincian tersebut dibagi untuk: upah, alat perlengkapan, belanja barang, rupa-rupa, biaya umum
· Laporan
Penulis usul memperkirakan tahap-tahap pelaporan kemajuan pekerjaan yang akan dikerjakannya
  1. Bagian Pelengkap Penutup
Bagian ini sam adengan laporan dan tulisan formal yang berisi: bahan kepustakaan, lampiran-lampiran gambar, tabel dan sebagainya.

Senin, 07 November 2011

Budaya Membaca

Ketika kita mendengar kata “membaca” yang terlintas di benak sebagian orang membaca merupakan hal yang membosankan karena menyita waktu,tenaga,dan pikiran.ada pula yang berasumsi membaca adalah kegiatan yang tidak bermanfaat karena tidak menghasilkan materi..padahal apabila kita berpikir positif bahwa membaca adalah hal yang menyenangkan dan banyak manfaatnya Mengapa demikian ??? karena dengan membaca kita mendapatkan informasi,menambah wawasan atau pengetahuan,dan juga meningkatkan kecerdasan.
Hanya dengan melihat dan memahami tulisan yang ada dalam bacaan tersebut baik pengetahuan umum maupun pelajaran disekolah atau kampus membaca menjadi kegiatan yang sederhana yang membutuhkan modal sedikit,akan tetapi menuai banyak keuntungan atau manfaat.
Tidak selamanya kita ingin membaca sebuah buku harus ketoko buku yang menjual buku dengan harga yang mahal,banyak tempat untuk mendapatkan buku dengan harga murah tapi berkualitas.Membaca itu gratis hanya saja kita perlu media untuk apa yang akan kita baca yaitu “buku”.Membaca juga tidak harus buku yang baru bekas pun bisa, membaca juga bisa kita dapatkan dari hal yang kecil contohnya saja koran,majalah,tabloid dan lain-lain yang kita dapat dari membeli gorengan misalnya,mading disekolah atau dikampus karena dengan begitu kita mendapatkan informasi dari apa yang tertulis ataupun terpajang.Kita harus tanamkan kepada diri kita bahwa membaca itu memang benar sangat bermanfaat.
Kebiasaan membaca adalah ketrampilan yang diperoleh setelah seseorang dilahirkan,bukan ketrampilan bawaan.Oleh karena itu budaya membaca bisa dibina dan dikembangkan,kegiatan membaca pada umumnya berguna mendapatkan manfaat langsung dan tujuan akeademik untuk memenuhi tuntutan kurikulum baik sekolah maupun perguruan tinggi.Buku sebagai media transformasi dan penyebaraluasn ilmu tanpa batas sehingga ilmu dapat dikomunikasikan dengan cepat semakin banyak membaca buku semakin banyak pula wawasan terhadap permasalahan di dunia naka dari itulah buku disebut jendela dunia.
Marilah dari sekarang kita tanamkan budaya membaca buku mulai dari diri kita sendiri pada saat ini dan sampai nanti… Indonesia harus terus menanamkan budaya membaca untuk mendapatkan generasi yang baik,pintar,cerdas.Dan tidak lagi menjadi Negara terbelakang.

fotocopy yang ramah lingkungan

Mesin Foto copy salah satu produk yang memiliki andil dalam kian menipiskan lapisan ozon. Di Jepang contohnya, beberapa produsen mesin foto copy, dengan cepat memposisikan produknya sebagai produk yang ramah lingkungan. Mereka sudah mengubah teknologi mesin foto copy-nya menjadi produk yang ramah lingkungan. Di Indonesia, tidak ada yang berani menjadikan hal ini sebagai positioning utama. Yang namanya mesin foto copy, atribut kualitas cetakan yang baik atau hasil foto copy yang jelas merupakan hal yang sangat dihargai oleh konsumen.

Demikian juga dengan kertas yang biasa kita gunakan untuk foto copy. Di luar negeri, kira-kira bisa 20% atau bahkan mencapai 40% kertas-kertas ini adalah hasil recycle. Umumnya, kertas ini berwarna sedikit buram, tidak putih, sebagai akibat proses daur ulang. Banyak konsumen rela membeli kertas daur ulang ini seharga kertas baru, bukan hasil daur ulang dan berwarna putih, oleh karena kesadaran mereka, bahwa dengan berlaku demikian, mereka telah berpartisipasi menjadi konsumen yang sadar akan lingkungan. Di Indonesia, harga jual kertas hasil daur ulang haruslah dipotong hingga 50% agar konsumen mau membelinya. Sehingga jelas, konsumen membeli bukan karena sadar lingkungan akan tetapi karena harganya yang jauh lebih murah. Kalau di luar negeri, ada beberapa surat kabar yang berani menggunakan kertas daur ulang, di Indonesia, saya sungguh ragu bila ada yang berani mencoba.

Polusi Mesin Foto Copy :
1. Gas Ozone
Ozon adalah suatu bentuk dari oksigen (O2) yang tidak stabil, dimana bisa terbentuk selama proses foto copi. Ozone dihasilkan daripengoperasian alat listrik dengan tegangan (voltase) tinggi, seperti mesin fotocopy, peralatan x-ray dan las listrik yang menggunakan arc.

Ozon adalah suatu gas yang reaktif dan tidak stabil dengan paruh tinggal (half-life) 6 menit di dalam suatu lingkungan kantor. Ozon adalah gas yang sangat beracun yang keluar dari mesin fotocopy dan dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan, mempunyai bau manis, dimana dalam keadaan normal dapat dideteksi dalam konsentrasi 0,01-0,02 ppm. Nilai paparan yang diijinkan saat ini menurutStandard yang diacu di Australia adalah0,1 ppm (di TI: 0,05 ppm) untuk rata-rata paparan sehari (time-weighted average).


. Efek Kesehatan

gas yang berbau ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, saluran pernapasan bagian atas dan paru-paru, tenggorokan dan hidung. Gejala lain adalah sakit kepala, napas pendek, pusing, lelah, dan kehilangan sensitivitas penciuman sementara. Pada konsentrasi 10 ppm dapat segera membahayakan kehidupan dan kesehatan.

Menghirup ozon dalam jangka waktu yang lama dalam konsentrasi beberapa ppm diketahui merusak paru-paru. Beberapa otoritas menyarankan bahwa konsentrasi 0,1 ppm kemungkinan dapat menyebabkan kelahiran prematurdanumur pendek.


2. Toner

Toner dalam bentuk bubuk yang digunakan dalam fotocopy kering dan dibuat dari berbagai formula carbon black. Umumnya terdiri dari sekitar 10% carbon black, yang disemprotkan dalam suatu polysterene acrylic atau resin polysteryang sensitive panas. Bubuk toner yang halus dapat keluar dari mesin fotocopy, khususnya jika sistem toner gagal dan otomatis alat mati. Bubuk toner juga dapat keluar selama pemeliharaan atau ketika mengisi ulang tabung.Efek kesehatan

Debu toner bisa mengiritasi saluran pernapasan, menimbulkan batuk dan bersin. Beberapa toner terdiri dari campuran bahan kimia seperti nitropyrenes dan trinitroflurene . Campuran ini mempunyai sifat karsinegenik, oleh karena itu hindari kontak dengan kulit dan pernapasan. Ini dapat dihindarkan dengan memastikan toner tetap dalam cartride selama proses
fotocopy berlangsung. Bila ada risiko kontak dengan kulit dan pernapasan, pekerja yang menangani cartrige harus menggunakan sarung tangan dan masker sekali pakai.

3. Noise

Mesin fotocopy dengan kecepatan tinggi dan mempunyai fungsi ganda, mempunyai potensi untuk menjadi lebih bising. Mesin fotocopy yang lebih tua bisa menimbulkan tingkat kebisingan tinggi.